Candu Menusuk Kalbu

Photos by Pinterest

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikan tiada." – Sapardi Djoko Damono.

Kehangatan mentari menyelimuti diriku,  yang tengah kedinginan dan merasa sepi. Entah kapan sang mentari mulai hadir, dan  menyapa kembali diriku. Sosoknya yang hangat dan menenangkan,semakin membuat candu dalam diriku bergejolak.

Kehidupanku yang gelap tak berwarna,tergantikan oleh definisi warna yang paling indah, yaitu kamu. Kamu selalu memeluk tubuhku dengan erat ketika aku merasa kedinginan. Kamu juga yang menarik diriku dari sisi kelam kehidupan. Ikatan tali yang semulanya mengikat kencang tubuhku mulai mengendur. Rasa sesak yang aku alami di percintaan sebelumnya mulai menghilang. Inikah cinta yang aku harapkan?

Terlihat gurat bahagia di wajahmu ketika berbincang denganku. Bola matamu yang selalu berbinar dan mengarah kepadaku,membuat ketenangan dalam diriku semakin terdifinisi. Harum tubuhmu membuatku terpikat. Aku jatuh cinta kepadamu.

Ketika aku bersedih, lentikkan jarimu menyapu air mata yang membasahi pipiku. Tingkah konyolmu membuatku tertawa. Aku merasa menjadi wanita yang sangat beruntung.  Berjumpa dan memadu kasih denganmu merupakan keajaiban. Bersamamu, membuat aku lupa akan jahatnya dunia kepadaku. Masalah yang aku hadapi sirna begitu saja ketika aku bersamamu. Aku semakin sadar, bahwa kamu adalah pulangku yang paling sempurna.

Kacau, bagaimana bisa aku menjadi candu. Tak melihat batang hidungmu sebentar saja, membuatku sengsara  menahan rindu. Ketika rindu datang menyapa,aku hanya bisa membayangkan lekuk indah wajahmu dan harum tubuhmu yang menenangkan.

Jika biasanya seorang pecandu harus direhabilitasi agar sembuh, aku tak ingin sembuh. Aku masih ingin merasakan candu yang nikmat. Tentu saja bukan candu barang haram, melainkan candu kepadamu.

Terima kasih telah hadir, memberi warna pada hidupku yang temaram. Terima kasih atas segala usaha yang kamu lakukan, hingga aku berhasil menjadi seorang pecandu. Aku mencintaimu dengan segala baik burukmu. Perkenankan aku mencintaimu dengan sederhana, sesederhana hujan yang jatuh membasahi bumi. 

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan



Dialog Senja..

66 comments:

  1. puitis plus related bgt 🥺🖤

    ReplyDelete
  2. susah banget ya kalo udah candu . pas kecanduan ditinggal . dasar cowok

    ReplyDelete
    Replies
    1. sakit ya rasanya hehe.Terima kasih telah berkunjung

      Delete
  3. cocok banget menemani hujan di sore ini 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. sambil ditemani kopi ya . Terima kasih telah berkunjung

      Delete
  4. Keren banget kak ave kata² nya 🥺🥺

    ReplyDelete
  5. Judulnya aja udah menarik

    ReplyDelete
  6. Keren bat tulisannya :")

    ReplyDelete
  7. AAAK KOK BISA RELATE BGT SIH BANYAK2IN LAGI YA MIN YG KYK GINI HUA SEPERTI BERKACA

    ReplyDelete
  8. keren banget si kak😭😭💜💜

    ReplyDelete
  9. Emang kacau sih kalo udah candu. Ketika ditinggal kelimpungan

    ReplyDelete
  10. Eyyy semoga bahagianya yang ini saling mutual ya, jangan kayak yang udah-udah

    ReplyDelete
  11. ishhh mantaap betuul ka ave

    ReplyDelete
  12. suka pemilihan kata-katanya! meskipun belum bisa relate 100% karena belum nemu yang bikin candu ea

    ReplyDelete