Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts

Duka Dibalik Pembelajaran Jarak Jauh

 

Photos by Pinterest

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara daring sebagai pengganti proses pembelajaran tatap muka, guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi, kegiatan PJJ menimbulkan pro kontra dikalangan mahasiswa dan pelajar. Mulai dari cara mengajar setiap dosen maupun guru, tugas yang menumpuk, hingga kuota internet yang digunakan untuk melakukan kegiatan PJJ.

Banyak sekali keluhan dari pelajar ketika melakukan PJJ. Aku salah satu mahasiswa yang mengeluhkan sistem ini. Sistem PJJ dirasa tidak efektif dan membuat aku dan pelajar lain semakin terbebani. Ketika kuliah tatap muka pengajar memberikan serta menjelaskan materi secara kompleks, sehingga aku dapat mengetahui dengan detail apa yang sedang dipelajari.

Tetapi ketika PJJ berlangsung, yang didapat bukanlah materi yang kompleks, melainkan pengajar cenderung ‘mengganti’ pemberian materi, dengan pemberian tugas-tugas yang lebih banyak daripada saat perkuliahan tatap muka berlangsung. Ini hampir terjadi diseluruh mata pelajaran, yang tentunnya sangat membebani.

Jaringan internet yang tidak stabil di lingkungan tempat tinggalku, membuat aku kesulitan untuk sekedar absen. Biaya internet yang cukup merogoh kocek, membuat kedua orang tuaku khawatir. Untungnya aku mendapat bantuan pulsa dari kampus, memang jumlahnya tak banyak tetapi aku bersyukur karena sedikit meringankan beban kedua orang tuaku.

Ketika mempelajari psikologi sikap, aku yakin bahwa sikap negatif yang timbul dari permasalahan tersebut dapat diubah dengan teori integrasi. Perubahan sikap di sini terjadi secara bertahap, dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga terbentuk sikap mengenal hal tersebut. Teori ini juga dipengaruhi oleh faktor internal (diri sendiri) dan faktor eksternal (lingkungan).

Permasalahan mengenai tugas yang terlampau banyak, biaya internet yang mahal, serta jaringan yang terganggu dapat dikomunikasikan dengan pengajar agar ditemui titik tengah yang membuat kedua pihak merasa diuntungkan. Sebagai pelajar yang aktif dan kritis, kita mampu mempelajari apa yang belum diajarkan atau belum jelas dengan mencari referensi materi yang tersedia di internet.

Aku sangat yakin bahwa dibalik pandemik covid- 19 terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil. Bersyukur terhadap apa yang terjadi, dan selalu bersikap positif terhadap semua permasalahan. Berproses bersama demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan



Dialog Senja..

Colorism dan Indonesia


Photos by Pinterest

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terbesar di dunia , karena memiliki  17. 509 pulau. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, adat istiadat, agama , dan  budaya . Meskipun berbeda- beda tetapi tetap satu jua , itulah Bhinneka Tunggal Ika , semboyan dari Negara kami.

Tetapi , apakah semboyan Negara itu benar-benar sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat?

 

“ Saya masih ingat , betapa seringnya saya mendapatkan ejekan karena warna kulit saya yang gelap .” Ujar wanita , yang merasa terdiskriminasi karena perbedaan warna kulit.

 

Colorism merupakan kepercayaan atau asumsi bahwa suatu warna kulit lebih baik daripada warna kulit lain. Semakin terang semakin baik, dan semakin gelap semakin buruk . Orang yang berkulit putih atau cerah cenderung berada pada status sosial yang tinggi dan banyak disukai masyarakat .

Fenomena ini muncul karena Indonesia pernah di jajah oleh bangsa berkulit putih . Diskriminasi yang dulu dirasakan oleh penduduk Indonesia, telah mendarah daging .Dan akibat dari fenomena tersebut terjadi diskriminasi warna kulit di antara masyarakat Indonesia itu sendiri.

Mayoritas orang Indonesia adalah mereka yang memiliki kulit kuning langsat hingga sawo matang , orang-orang biasa menyebut kulit eksotis. Tetapi karena colorism mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia , mereka yang berkulit gelap berlomba – lomba untuk mendapatkan kulit yang putih atau cerah agar mendapatkan pengakuan dari orang lain, bahwa mereka “cantik” . Menggunakan krim pencerah wajah dan badan atau pergi ke salon kecantikan merupakan cara yang ditempuh . Ada yang berhasil dan ada pula yang gagal .

Mereka yang berhasil mengubah warna kulit , akan merasa bangga dan masih akan tetap mempercayai colorism. Orang yang memepercayai colorism disebut colorist .  Dan mereka yang gagal meskipun telah menggelontorkan uang yang banyak , akan menyesal dan mulai mencintai diri sendiri .

Diskriminasi warna kulit juga aku rasakan ketika aku ingin membeli produk kosmetik wajah . Hanya sedikit pilihan warna yang tersedia untuk kulit orang Indonesia . Hampir semua shades yang tersedia adalah untuk mereka yang memiliki kulit cerah.

Kecantikan tidak berpatokan pada warna kulit semata . Tuhan menciptakan kalian dengan amat sangat baik . Kalian cantik karena kalian ciptaan Tuhan . Berhenti untuk bersikap diskriminan , sudah berapa banyak orang yang kamu sakiti karena kamu bersikap demikian?

Mencintai diri sendiri dan bersyukur atas apa yang kita punya , merupakan langkah awal untuk terbebas dari colorism. Jangan dengarkan perkataan orang yang menggunjing kita karena warna kulit kita yang gelap .


Aku merupakan korban dari colorism , dan aku ingin tidak ada korban lagi yang berjatuhan . Kita Indonesia , kita saudara , kita keluarga . Sudah patutnya kita untuk saling mencintai , memuji , dan menolong sesama. Hentikan colorism dan sadarkan si colorist . Kalau bukan kamu yang mulai , siapa lagi? 

Telah terbit di situs Kumparan



Dialog Senja..

5 TIPS Anti Bosan saat Pandemi

 


Photos by Ayosemarang.com

Virus corona (COVID-19) bermetamorfosis menjadi pandemi global di dunia. Virus yang mulanya menjangkiti China pada bulan Desember 2019 ini, menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia pada 2020.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 1.812.734 orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, virus ini telah menginfeksi 4.839 orang, 426 sembuh dan 459 meninggal dunia. Angka tersebut merupakan kasus yang terjadi pada tanggal 14 April 2020.

Seluruh orang di penjuru dunia diminta untuk berdiam diri di rumah, menahan segala rencana bepergian. Segala aktivitas yang biasanya dilakukan di luar rumah, seperti bekerja, sekolah atau kuliah, dilakukan dari rumah. Inilah yang disebut Work From Home dan Pembelajaran Jarak Jauh.

Yuk simak tips agar social distancing kamu tidak membosankan.

1. Olahraga


Akibat penyebaran Covid-19, hampir semua pusat kebugaran (gym) ditutup. Namun, hal ini bukan alasan untuk tidak melakukan olahraga, meski harus di rumah.

Kamu bisa memilih olahraga ringan, seperti senam  dan yoga. Jika bingung gerakan apa yang harus dilakukan, kamu dapat membuka aplikasi Youtube. Banyak sekali referensi olahraga yang disediakan di platform youtube. Jangan lupa ajak keluargamu  untuk ikut olahraga ya, agar kamu sekeluarga sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Jangan lupa tetap ingatkan orang tersayang buat rajin cuci tangan dan konsumsi makanan bergizi plus vitamin ya !


2. Masak



Salah satu cara untuk mengusir penat saat PSBB adalah memasak. Kegiatan ini bisa jadi hal menyenangkan, apalagi jika dilakukan bersama keluarga tercinta.

Kamu dapat membuat dalgona coffee atau pie susu yang sedang viral di internet itu loh!

Jika kebingungan menu apa lagi yang harus kamu buat, kamu bisa membuka situs cookpad.com. Di sana tersedia berbagai jenis menu yang dapat kamu coba dan pelajari saat pandemi. 


3. Marathon Film



Bosan di rumah? Nonton film saja. Jangan khawatir, saat ini ada banyak situs penyedia berbagai judul film yang bisa kamu tonton secara online, baik itu film bergenre horor, komedi, atau romansa. Buat yang nggak suka film, bisa kok nonton serial televisi yang lain, misalnya saja drama korea. Kamu akan terbawa suasana dan lupa akan rasa bosan ketika #dirumahsaja .

 

4. Melakukan perawatan




Melakukan perawatan tidak hanya dapat kamu lakukan di salon. Kamu dapat melakukaannya sendiri di rumah. Kamu bisa luluran, maskeran, scrubbingcreambath, atau mencoba waxing sendiri di rumah. Semua itu bisa kamu lakukan menggunakan bahan alami ,seperti masker telur yang bagus untuk mencerahkan serta melembapkan wajah .

Lakukanlah perawatan ini dengan rileks dan santai. Selain membuat jiwa tenang dan hati bahagia, melakukan perawatan diri juga membuat tubuhmu merasa disayang. Perawatan ini tidak dikhususkan untuk perempuan saja, laki – laki juga bisa mencoba. Yuk tingkatkan self love agar tidak stress!

 

5. ­­­­­­Silaturahmi



Walaupun sedang pandemi dan #dirumahsaja, komunikasi dengan orang tersayang tetap bisa kamu lakukan. Kamu bisa melepas rindu dengan kekasih melalui aplikasi video call, tapi ini hanya berlaku untuk kamu yang punya kekasih ya. Untuk yang belum punya jangan merasa sedih, kamu bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk tetap berhubungan dengan teman di kampus atau keluarga jauh.

Komunikasi itu penting. Kamu bisa saling menguatkan satu sama lain melalui komunikasi. Dan jangan lupa untuk saling mengedukasi supaya tidak termakan berita bohong atau hoax.

 

Itulah kegiatan seru, anti bosan yang dapat kamu lakukan di rumah saat PSBB berlangsung. Kurangi berpergian ke luar rumah yang tidak terlalu mendesak. Jangan lupa selalu jaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Yuk #dirumahaja untuk Indonesia yang lebih baik dan untuk kebahagiaan bersama!


Dialog Senja..

Sex Education Penting atau Merusak?

Sex education merupakan hal yang dianggap tabu bagi masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia berpikir bahwa sex education justru mendorong remaja untuk berhubungan seks. Orang tua cenderung memilih bungkam dibandingkan bercerita mengenai hal ini, karena menganggap pembicaraan mengenai seks merupakan perbincangan vulgar.

Menurut pengamat kesehatan seksual dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, masih minimnya pendidikan seks yang diberikan di dalam masyarakat Indonesia turut berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI) dan penyebaran human immunodefeciency virus (HIV).

Salah satu kisah mengenai minimnya sex education di Indonesia,tergambar pada diri seorang gadis yang tidak disebutkan namanya. Gadis tersebut melakukan kegiatan seksual bersama kekasihnya, dikarenakan sang kekasih mengaku mengalami sakit parah yaitu kelebihan sel darah putih. Pria tersebut mengaku jika dia harus mengeluarkan sel darah putih yang berlebih itu melalui hubungan badan. 


Photo by Twitter

Miris, itulah kata pertama yang saya lontarkan ketika membaca peristiwa tersebut. Orang tua menjadi sosok utama dalam memberikan pendidikan seks karena ayah dan ibu adalah panutan bagi anak. Untuk anak perempuan maka ibu yang harus lebih berperan sementara untuk anak laki-laki maka ayahlah yang harus lebih berperan.

Sex education itu penting bukan malah merusak. Jika tidak diajarkan sedari dini, anak akan mencari informasi mengenai seks di internet. Informasi mengenai seks di internet belum terfilter dengan baik. Banyak informasi yang justru menjerumuskan anak untuk menjadi pecandu seks. Lantas apa yang ingin anda pilih? Membiarkan anak terjerumus seks bebas atau mematahkan ketabuan mengenai sex education dengan berdiskusi bersama anak?



Dialog Senja..