Tertarik Jadi Jurnalis ? Yuk kuliah di PNJ

Photos by Pinterest

Jurnalis merupakan profesi yang memiliki banyak tantangan. Membuat masyarakat melek informasi tanpa termakan berita hoax, merupakan salah satu dari berbagai tantangan yang bertengger dalam diri seorang jurnalis. Dibutuhkan keberanian dan mental yang kuat untuk menjadi jurnalis.

Meskipun penuh dengan tantangan, banyak sekali anak muda yang mengidam-idamkan profesi ini. Salah satu cara untuk selangkah lebih maju dibanding pesaing lain, adalah dengan mengenyam pendidikan dibidang jurnalistik. Politeknik Negeri Jakarta atau yang kerap disebut PNJ, menyediakan ruang bagi kalian yang ingin mempelajari lebih dalam dunia jurnalistik.

PNJ terletak di areal kampus UI Depok,  tepatnya di Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424. Terdapat 7 jurusan di PNJ, yaitu Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Administrasi Niaga, Akutansi, Teknik Grafika & Penerbitan (TGP), serta yang terakhir Teknik Informatika & Komputer (TIK). 

Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP)  merupakan jurusan yang terdiri dari empat program studi, yaitu Teknik Grafika, Teknik Industri Cetak Kemasan, Desain Grafis dan Penerbitan Jurnalistik. Keempat program studi tersebut berhasil mencetak lulusan terbaik, yang ahli dalam bidangnya.

Sangat disayangkan jika kalian memandang PNJ dengan sebelah mata. PNJ masuk daftar 10 Politeknik terbaik di Indonesia menurut Kemenristekdikti. Dosen yang mengajar merupakan pekerja professional yang ahli dibidangnya.

Tagor Siagian (Lassak Imaji), dosen fotografi yang memiliki segudang pengalaman dengan kamera yang selalu menggantung di pundaknya. Berpengalaman fotografi panggung (Band Slank, Iwan Fals, Chrisye), fotografi olahraga (Gantole), hingga fotografi perang.

Nestor Rico Tambunan atau yang kerap disapa Nestor Katanya. Seorang dosen jurnalistik sastraswi dengan pengalaman menulis berbagai naskah film sinetron dan film layar lebar. Si Doel Anak Sekolahan, merupakan salah satu karya yang melejit di zamannya. Kedua dosen tersebut menjadi pengajar di program studi Jurnalistik PNJ.

Semua dosen di PNJ khususnya program studi Jurnalistik, memiliki banyak cerita yang selalu dibagikan kepada mahasiswanya. Tidak hanya pembekalan materi yang setumpuk, pembelajaran jurnalistik diimbangi dengan praktek langsung ke lapangan. Mengimplementasikan secara langsung pengalaman dan pembelajaran yang telah diberikan dosen kepada mahasiswa.


Tertarik untuk Bergabung?

Terdapat beberapa cara untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga PNJ, yaitu :

  • ·            Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN)
  • ·         Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 
  • ·         Ujian Mandiri (UM)
  • ·         Program Kerjasama

1.      PNJ - PT BADAK NGL

2.      PNJ - PT. SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK

3.      PNJ - CCIT FT UI

4.      PNJ - PT. FORMOSA TEKNOLOGI SENTRAL

  • ·         Program bagi Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK)

Program pendidikan vocational ini adalah program pendidikan satu-satunya di Indonesia yang melaksanakan Individual Education Program berlandaskan adapting thematic integrated curriculum untuk melatih, mendidik dan membekali mahasiswa agar dapat menguasai bidang yang sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

  • ·         Program Pasca Sarjana

1.      Magister Terapan Teknik Elektro (MTTE)

2.     Magister Terapan Rekayasa Teknologi Manufaktur (MTRTM)

  

Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tidak ada perjuangan yang mengkhianati hasil . Yuk persiapkan diri dengan baik untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif, dengan bergabung menjadi mahasiswa PNJ. Korbankan sedikit waktumu, untuk mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi masuk PNJ. Dijamin, nggak nyesel masuk PNJ! Aku saja bisa, masa kamu nggak?

 


For more information :

www.pnj.ac.id

021-7270036 ext 217 (Humas)
021-7270044 (Akademik)


IG : @PoliteknikNegeriJakarta ; @HMGP_PNJ



Dialog Senja..

 

Candu Menusuk Kalbu

Photos by Pinterest

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikan tiada." – Sapardi Djoko Damono.

Kehangatan mentari menyelimuti diriku,  yang tengah kedinginan dan merasa sepi. Entah kapan sang mentari mulai hadir, dan  menyapa kembali diriku. Sosoknya yang hangat dan menenangkan,semakin membuat candu dalam diriku bergejolak.

Kehidupanku yang gelap tak berwarna,tergantikan oleh definisi warna yang paling indah, yaitu kamu. Kamu selalu memeluk tubuhku dengan erat ketika aku merasa kedinginan. Kamu juga yang menarik diriku dari sisi kelam kehidupan. Ikatan tali yang semulanya mengikat kencang tubuhku mulai mengendur. Rasa sesak yang aku alami di percintaan sebelumnya mulai menghilang. Inikah cinta yang aku harapkan?

Terlihat gurat bahagia di wajahmu ketika berbincang denganku. Bola matamu yang selalu berbinar dan mengarah kepadaku,membuat ketenangan dalam diriku semakin terdifinisi. Harum tubuhmu membuatku terpikat. Aku jatuh cinta kepadamu.

Ketika aku bersedih, lentikkan jarimu menyapu air mata yang membasahi pipiku. Tingkah konyolmu membuatku tertawa. Aku merasa menjadi wanita yang sangat beruntung.  Berjumpa dan memadu kasih denganmu merupakan keajaiban. Bersamamu, membuat aku lupa akan jahatnya dunia kepadaku. Masalah yang aku hadapi sirna begitu saja ketika aku bersamamu. Aku semakin sadar, bahwa kamu adalah pulangku yang paling sempurna.

Kacau, bagaimana bisa aku menjadi candu. Tak melihat batang hidungmu sebentar saja, membuatku sengsara  menahan rindu. Ketika rindu datang menyapa,aku hanya bisa membayangkan lekuk indah wajahmu dan harum tubuhmu yang menenangkan.

Jika biasanya seorang pecandu harus direhabilitasi agar sembuh, aku tak ingin sembuh. Aku masih ingin merasakan candu yang nikmat. Tentu saja bukan candu barang haram, melainkan candu kepadamu.

Terima kasih telah hadir, memberi warna pada hidupku yang temaram. Terima kasih atas segala usaha yang kamu lakukan, hingga aku berhasil menjadi seorang pecandu. Aku mencintaimu dengan segala baik burukmu. Perkenankan aku mencintaimu dengan sederhana, sesederhana hujan yang jatuh membasahi bumi. 

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan



Dialog Senja..

Rumpang yang Hilang

Photos by Pinterest

 “Jika kelak kau punya waktu luang. Kukirimkan kau sekotak kenangan. Juga beberapa pertanyaan ringan. Apa kabar kau disana?" - Boy Chandra

Ketika semua orang tersenyum, aku tak bisa. Aku perlu waktu untuk mencerna semua ini. Menatap sembarang arah dengan tatapan kosong, berharap kamu ada di hadapanku. Orang–orang itu menyemangatiku, mereka berbusana putih bersih. Tapi aku tak perlu omong kosong itu.

Aku mengenal mereka dengan baik, ayah, ibu, dan juga kakakmu. Kita terbiasa bercengkrama. Ibumu senang sekali ketika bertemu denganku, katanya aku sudah dianggap sebagai anak perempuannya. Dan kau merengek, pura-pura cemburu dengan sikap ibumu kepadaku.

Sosokmu yang tinggi, bola mata yang indah jika terkena pantulan mentari, hidung perosotan yang sering ku ejek. Akan selalu aku ingat. Aku bahkan tak menyangka pria setampan dan sepintar kamu, bisa jatuh hati kepada gadis biasa seperti aku.

Kamu itu murah senyum. Sejengkel apapun dirimu terhadapku, kamu akan tetap tersenyum sambil mengacak rambutku. Bahkan ketika kamu merasa sakit, kamu juga masih tersenyum. Kamu bilang, dengan tersenyum rasa sakit itu akan sirna. Bodoh sekali aku tidak bisa menangkap kode itu.

Pikirku, semua akan kembali normal. Kebahagiaan, haru biru, dan semua yang semesta kehendaki. Nyatanya semua keliru, aku tak bermimpi . Aku bahkan lupa bagaimana cara menangis dan tersenyum. Kekalutan mendominasi otak.

Hidupku kosong tak lengkap, rumpang ternyata. Ada spasi dalam hidupku. Aku dipaksa untuk berhenti sejenak. Pagiku terasa abu, malam terasa kelam. Cahaya mentari tak mampu lagi membakar semangatku.

Yang aku tahu, waktu tak pernah memihak kita. Genggamanku terlampau erat, aku tak mau melepas kekasih hatiku. Aku kalah, maaf. Setidaknya aku pernah menggenggam dengan erat, lalu terlepas.

Dress kuning yang aku kenakan merupakan pemberianmu di hari ulang tahunku. Dan aku tahu, kuning merupakan warna favorite kamu, makanya aku mengenakan ini.

Wajahmu masih sama seperti dulu, menenangkan. Bahkan kamu terlihat jauh lebih tampan dengan jas yang kau kenakan. Aku terlalu lama menatapmu, hingga tak sadar pipiku basah. Aku bahagia sayang, aku bahagia karena kamu kekasihku. Kamu sekarang bisa tersenyum sepuasnya tanpa merasakan sakit.

Hidup memang suka lucu ya, sering menguji dengan lara. Kita dipertemukan, lalu dipisahkan. Kamu dilahirkan untuk memaknai kematian. Aku lelah dan kau pun juga. Setiap orang bahkan merasa lelah. Aku mohon, ingat pintaku dengan baik. Aku akan selalu ada untuk kamu, tunggu aku di taman itu. 

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan



Dialog Senja..

Terjebak Insecurity

Photos by Pinterest

Jiwa yang seharusnya terbang bebas bersama energi positif malah terbelunggu dengan pikiran negatif yang mengacaukan segalanya. Itulah yang aku alami sejak aku duduk dibangku SMP. Perasaan kurang terhadap diri sendiri dan menganggap diri rendah menjadi hal yang lumrah aku rasakan.

Insecurity adalah kondisi ketika seseorang dipenuhi rasa keraguan atas dirinya sendiri dan merasa tidak percaya diri. Seseorang yang mengalami insecure biasanya merasa tidak aman dan ada kekurangan dalam dirinya yang harus dilengkapi dengan berbagai cara.

Semua perasaan itu bermula ketika aku berdiri di depan cermin dan memperhatikan pantulan diriku di dalamnya. Air mata menetes begitu saja ketika aku melihat bahwa aku tidak secantik perempuan lainnya. Kulit tubuhku yang gelap, tubuhku yang sangat gempal, serta rambut yang keriting, membuat kepercayaan diriku menurun.

Ketika semua orang dapat berjalan dengan dagu terangkat, aku selalu berjalan menunduk berharap tidak ada seorangpun yang dapat melihat wajah buruk ini. Ketika semua wanita sibuk bersolek demi penampilan yang menawan, aku sibuk menangisi penampilanku yang sama sekali tidak memiliki daya tarik.

Sempat terlintas di benakku “Apakah aku akan mendapatkan kekasih ?” Rasanya aku tak pantas untuk dicintai seseorang, karena diriku yang terlampau buruk. Untuk mencintai saja, aku tak akan mampu  karena bayang –bayang tentang keburukan selalu berputar di kepalaku.

Hingga puncaknya, aku mengalami depresi yang sangat berat. Aku tak mampu menahan rasa benci terhadap diri ini. Aku melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan, aku menyakiti diriku sendiri. Darah yang mengucur membuat aku merasa senang dan bahagia. Luka yang telah aku gores selalu aku tutupi agar tidak ada yang bisa melihat.

Aku bertemu seorang pria yang mengetahui kesedihan dalam diriku. Batinku selalu mengelak, tetapi badanku menerima. Dia mengajarkan aku untuk lebih mencintai diri sendiri. Menyadarkan aku bahwa cantik bukan berasal dari wajah tetapi hati. Dialah sang kekasih hati yang aku impikan. Melihat dan menyukai diriku bukan dari wajah melinkan dari hati yang tulus.

Dunia ku kembali bersinar dan berwarna ketika aku mulai mendekatkan diriku kepada Sang Pencipta. Aku belajar bahwa hidup itu perlu disyukuri. Aku melakukkan pertobatan atas apa yang sudah aku perbuat terhadap diriku. Tuhan, maafkan hamba-Mu yang kalah dengan insecurity dan segala rasa takut. 

Perubahan diriku terjadi secara drastis kearah positif.  Luka yang semula terpendam dalam diriku perlahan mulai menghilang. Rasa takut dan rendah diri sudah tergantikan dengan rasa cinta yang teramat dalam. Aku yang dulu memang bermasalah tetapi masalah tersebut tidak mengahancurkan segala mimpi yang ada di hidupku.

Setelah pulih dari lingkaran setan tersebut, aku menjalani hari dengan segala rasa syukur yang selalu aku haturkan kepada Sang Pencipta. Membantu teman-teman di luar sana yang mengalami hal serupa denganku merupakan tugas dan kewajiban yang aku lakukan.

Insecurity tetap ada dalam jiwaku, tetapi aku sudah bisa mengontrol. Aku sadar bahwa akulah sang pemilik tubuh, tidak sepatutnya aku dikontrol insecurity.

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan

Dialog Senja..

Duka Dibalik Pembelajaran Jarak Jauh

 

Photos by Pinterest

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara daring sebagai pengganti proses pembelajaran tatap muka, guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi, kegiatan PJJ menimbulkan pro kontra dikalangan mahasiswa dan pelajar. Mulai dari cara mengajar setiap dosen maupun guru, tugas yang menumpuk, hingga kuota internet yang digunakan untuk melakukan kegiatan PJJ.

Banyak sekali keluhan dari pelajar ketika melakukan PJJ. Aku salah satu mahasiswa yang mengeluhkan sistem ini. Sistem PJJ dirasa tidak efektif dan membuat aku dan pelajar lain semakin terbebani. Ketika kuliah tatap muka pengajar memberikan serta menjelaskan materi secara kompleks, sehingga aku dapat mengetahui dengan detail apa yang sedang dipelajari.

Tetapi ketika PJJ berlangsung, yang didapat bukanlah materi yang kompleks, melainkan pengajar cenderung ‘mengganti’ pemberian materi, dengan pemberian tugas-tugas yang lebih banyak daripada saat perkuliahan tatap muka berlangsung. Ini hampir terjadi diseluruh mata pelajaran, yang tentunnya sangat membebani.

Jaringan internet yang tidak stabil di lingkungan tempat tinggalku, membuat aku kesulitan untuk sekedar absen. Biaya internet yang cukup merogoh kocek, membuat kedua orang tuaku khawatir. Untungnya aku mendapat bantuan pulsa dari kampus, memang jumlahnya tak banyak tetapi aku bersyukur karena sedikit meringankan beban kedua orang tuaku.

Ketika mempelajari psikologi sikap, aku yakin bahwa sikap negatif yang timbul dari permasalahan tersebut dapat diubah dengan teori integrasi. Perubahan sikap di sini terjadi secara bertahap, dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga terbentuk sikap mengenal hal tersebut. Teori ini juga dipengaruhi oleh faktor internal (diri sendiri) dan faktor eksternal (lingkungan).

Permasalahan mengenai tugas yang terlampau banyak, biaya internet yang mahal, serta jaringan yang terganggu dapat dikomunikasikan dengan pengajar agar ditemui titik tengah yang membuat kedua pihak merasa diuntungkan. Sebagai pelajar yang aktif dan kritis, kita mampu mempelajari apa yang belum diajarkan atau belum jelas dengan mencari referensi materi yang tersedia di internet.

Aku sangat yakin bahwa dibalik pandemik covid- 19 terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil. Bersyukur terhadap apa yang terjadi, dan selalu bersikap positif terhadap semua permasalahan. Berproses bersama demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Tulisan telah dimuat di laman Kumparan



Dialog Senja..

Colorism dan Indonesia


Photos by Pinterest

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terbesar di dunia , karena memiliki  17. 509 pulau. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, adat istiadat, agama , dan  budaya . Meskipun berbeda- beda tetapi tetap satu jua , itulah Bhinneka Tunggal Ika , semboyan dari Negara kami.

Tetapi , apakah semboyan Negara itu benar-benar sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat?

 

“ Saya masih ingat , betapa seringnya saya mendapatkan ejekan karena warna kulit saya yang gelap .” Ujar wanita , yang merasa terdiskriminasi karena perbedaan warna kulit.

 

Colorism merupakan kepercayaan atau asumsi bahwa suatu warna kulit lebih baik daripada warna kulit lain. Semakin terang semakin baik, dan semakin gelap semakin buruk . Orang yang berkulit putih atau cerah cenderung berada pada status sosial yang tinggi dan banyak disukai masyarakat .

Fenomena ini muncul karena Indonesia pernah di jajah oleh bangsa berkulit putih . Diskriminasi yang dulu dirasakan oleh penduduk Indonesia, telah mendarah daging .Dan akibat dari fenomena tersebut terjadi diskriminasi warna kulit di antara masyarakat Indonesia itu sendiri.

Mayoritas orang Indonesia adalah mereka yang memiliki kulit kuning langsat hingga sawo matang , orang-orang biasa menyebut kulit eksotis. Tetapi karena colorism mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia , mereka yang berkulit gelap berlomba – lomba untuk mendapatkan kulit yang putih atau cerah agar mendapatkan pengakuan dari orang lain, bahwa mereka “cantik” . Menggunakan krim pencerah wajah dan badan atau pergi ke salon kecantikan merupakan cara yang ditempuh . Ada yang berhasil dan ada pula yang gagal .

Mereka yang berhasil mengubah warna kulit , akan merasa bangga dan masih akan tetap mempercayai colorism. Orang yang memepercayai colorism disebut colorist .  Dan mereka yang gagal meskipun telah menggelontorkan uang yang banyak , akan menyesal dan mulai mencintai diri sendiri .

Diskriminasi warna kulit juga aku rasakan ketika aku ingin membeli produk kosmetik wajah . Hanya sedikit pilihan warna yang tersedia untuk kulit orang Indonesia . Hampir semua shades yang tersedia adalah untuk mereka yang memiliki kulit cerah.

Kecantikan tidak berpatokan pada warna kulit semata . Tuhan menciptakan kalian dengan amat sangat baik . Kalian cantik karena kalian ciptaan Tuhan . Berhenti untuk bersikap diskriminan , sudah berapa banyak orang yang kamu sakiti karena kamu bersikap demikian?

Mencintai diri sendiri dan bersyukur atas apa yang kita punya , merupakan langkah awal untuk terbebas dari colorism. Jangan dengarkan perkataan orang yang menggunjing kita karena warna kulit kita yang gelap .


Aku merupakan korban dari colorism , dan aku ingin tidak ada korban lagi yang berjatuhan . Kita Indonesia , kita saudara , kita keluarga . Sudah patutnya kita untuk saling mencintai , memuji , dan menolong sesama. Hentikan colorism dan sadarkan si colorist . Kalau bukan kamu yang mulai , siapa lagi? 

Telah terbit di situs Kumparan



Dialog Senja..

Kota Tua Jakarta



 



Museum Fatahillah, Ikon Kota Tua Jakarta





Penjara bawah tanah, Museum Fatahillah





Jalanan sekitar Museum Fatahillah






Kali Besar Kota Tua






Dialog Senja..